Insidenews.id, Bandung – Menjadi tahanan atau narapidana dan berada di dalam penjara, tak menyurutkan niat untuk menyalurkan hak politik di Pilkada serentak 2024 hilang, bahkan warga binaan pemasyarakatan (WBP) atau biasa disebut narapidana sangat antusias mencoblos di Pilkada serentak 2024.
Di Lapas Kelas II A Banceuy, sebanyak 391 narapidana masuk dalam DPT (daftar pemilihan tetap) , dan sebanyak 83 orang petugas terdaftar di DPT.
Bilik TPS (tempat pemungutan suara) yang disiapkan oleh PPS setempat, dibuat di gedung aula Lapas Kelas II Banceuy.
Narapidana yang kebanyakan berjenis kelamin laki-laki, antri satu per satu saat akan menerima surat suara Pilkada serentak untuk pemilihan Gubernur Jabar dan pemilihan Walikota Bandung.
Kalapas Kelas II A Banceuy Roni Widyatmoko menjelaskan, bahwa sebagai penyelenggara Negara di Bidang Pelayanan dan Pembinaan Hukum kepada Narapidana, Lapas Banceuy melaksanakan fungsi tersebut dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada wargabinaan yang memiliki Hak Suara dan datang ke TPS.
“Kami fasilitasi kepada WBP untuk memberikan suaranya dalam Pemilihan Kepala Daerah pada tingkat Provinsi maupun Kota Bandung, ” jelasnya, Rabu 27 November 2024.
Kalapas berharap, penyelenggaraan Pilkada serentak 2024 berlangsung aman lancar dan damai.
“Kami yakin bahwa di seluruh Indonesia semua penyelenggaraan Pemilu Pilkada yang diselenggarakan di dalam Lapas atau Rutan, dapat berjalan lancar dan baik seperti yang diselenggarakan di Lapas Banceuy Bandung, ” pungkasnya.



